Skip to content
Home » Insight » Kenapa Brand yang Dulu Sukses Bisa Tertinggal di Market?

Kenapa Brand yang Dulu Sukses Bisa Tertinggal di Market?

Ada bisnis yang tidak pernah benar-benar jatuh.
Masih ada transaksi. Masih ada customer. Bahkan sekilas terlihat stabil.

Tapi kalau dilihat lebih dalam, posisinya sudah tidak sekuat dulu.

Perubahan ini jarang terasa di awal. Dan justru itu yang membuat banyak owner tidak menyadarinya.

Contohnya seperti Berrybenka. Di satu fase, brand ini punya arah yang jelas: fashion online dengan harga terjangkau dan fokus pada produk lokal. Sebagian besar produknya berasal dari ratusan UKM, dan itu membuatnya relevan dengan kebutuhan market saat itu.

Masalahnya bukan di fondasi. Masalahnya muncul ketika market mulai berubah.


Brand yang dulu sukses bisa tertinggal karena tidak menyesuaikan diri saat market berubah.
Bukan karena kualitasnya tiba-tiba turun, tetapi karena nilai yang ditawarkan tetap sama sementara ekspektasi customer sudah bergeser. Ketika hal ini terjadi, posisi brand akan turun secara bertahap meskipun bisnis masih terlihat berjalan.

Ketertinggalan ini jarang terlihat drastis. Biasanya terjadi pelan: brand masih punya penjualan, tapi mulai kalah relevan dibanding pilihan lain. Dalam kondisi seperti ini, bisnis tidak benar-benar stabil — hanya belum terasa dampaknya.


Kenapa brand bisa tertinggal tanpa disadari?

Karena bisnisnya masih menghasilkan.

Selama masih ada transaksi, banyak owner menganggap semuanya baik-baik saja. Padahal yang berubah bukan ada atau tidaknya penjualan, tapi kualitas pertumbuhannya.

Customer baru tidak bertambah signifikan.
Brand mulai kalah menarik.
Pilihan mulai bergeser ke kompetitor.

Semua terjadi tanpa sinyal yang terlalu mencolok.


Apa yang berubah di market sehingga brand tertinggal?

Cara customer menilai brand ikut berubah

Dulu, keputusan beli cukup dipengaruhi oleh harga dan fungsi produk.

Sekarang, pertimbangannya lebih luas. Customer melihat apakah brand tersebut relevan, bisa dipercaya, dan punya alasan kuat untuk dipilih. Jika brand masih berkomunikasi dengan cara lama, maka persepsinya ikut tertinggal.


Kompetitor berkembang lebih cepat

Dalam banyak kasus, brand tidak kalah karena melemah, tapi karena pemain lain meningkat.

Kompetitor memperbaiki tampilan, memperjelas positioning, dan membangun persepsi yang lebih kuat. Ketika ini terjadi, perbandingan tidak bisa dihindari.

Brand yang tidak ikut berkembang akan terlihat kurang menarik, meskipun produknya masih layak.


Cara orang membeli sudah berbeda

Perubahan paling besar sering terjadi di sini.

Dulu orang mencari produk.
Sekarang orang membandingkan pilihan.

Artinya, keputusan beli tidak lagi sekadar “butuh atau tidak”, tapi “kenapa harus brand ini”. Jika brand tidak bisa menjawab itu, maka posisinya akan tergeser secara alami.


Apa yang bisa dipelajari dari kasus Berrybenka?

Dalam konteks Berrybenka, fondasinya sudah kuat sejak awal:

  • positioning jelas
  • target market spesifik
  • value yang relevan di masanya

Namun ketika market berkembang, kebutuhan customer juga ikut berubah.

Jika positioning tidak diperbarui, komunikasi tidak berkembang, dan experience tidak ditingkatkan, maka brand akan mulai kehilangan relevansinya.

Ini bukan penurunan mendadak. Lebih ke pergeseran posisi di benak customer.


Bagaimana cara mengenali brand mulai tertinggal?

Perhatikan beberapa tanda sederhana:

Alasan memilih brand tidak berubah

Jika customer masih datang karena alasan lama, sementara market sudah mencari hal baru, berarti ada jarak yang mulai terbentuk.


Kompetitor terasa lebih masuk akal untuk dipilih

Ketika mulai sering membandingkan dan pilihan jatuh ke brand lain, itu tanda posisi mulai bergeser.


Bisnis terasa berjalan tapi sulit berkembang

Tidak ada penurunan tajam, tapi juga tidak ada peningkatan berarti. Ini sering dianggap stabil, padahal sebenarnya sedang tertinggal.


Kesimpulan

Brand tidak tertinggal karena tiba-tiba kehilangan kualitas.

Brand tertinggal karena tidak ikut bergerak saat market berubah.

Selama bisnis masih berjalan, kondisi ini sering tidak terasa. Tapi dalam jangka waktu tertentu, dampaknya akan terlihat: relevansi menurun, posisi melemah, dan pilihan customer mulai bergeser.

Masalahnya bukan pada awal yang salah.
Masalahnya ada pada ketidaksiapan untuk berkembang setelahnya.

Insight yang relevan dengan artikel

PwC Global Consumer Insights Survey
https://www.pwc.com/gx/en/industries/consumer-markets/consumer-insights-survey.html
Data riset tentang perubahan perilaku dan ekspektasi konsumen global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *