Apakah Terlalu Sering Diskon Membuat Pelanggan Tidak Loyal ke Brand?
Tapi kalau diperhatikan lebih jauh, ada pertanyaan yang sering terlewat:
yang datang itu benar-benar pelanggan, atau hanya orang yang sedang mencari harga terbaik?
Tapi kalau diperhatikan lebih jauh, ada pertanyaan yang sering terlewat:
yang datang itu benar-benar pelanggan, atau hanya orang yang sedang mencari harga terbaik?
Beberapa waktu setelahnya, kondisinya mulai berubah. Tidak semua outlet seramai di awal, dan sebagian mulai tutup. Perubahan ini bukan terjadi secara acak. Ada pola yang bisa dijelaskan.
Masalahnya sering dibaca keliru. Ini bukan soal rajin atau tidak, bukan juga soal platform. Konten memang hadir, tetapi tidak mengubah apa pun di kepala audiens. Ia lewat, dibaca, lalu selesai—tanpa meninggalkan dorongan untuk bertindak.
Namun kenyataannya, peningkatan aktivitas tersebut tidak selalu diikuti oleh kenaikan penjualan. Biaya promosi membesar, eksposur meningkat, tetapi hasil bisnis justru stagnan. Kondisi ini sering memunculkan kesimpulan keliru: seolah masalahnya selalu terletak pada strategi marketing, bukan pada apa yang sebenarnya ditawarkan kepada pasar.