Kenapa Brand Seperti Janji Jiwa yang Dulu Terasa Spesial Sekarang Jadi Biasa Saja?
Di awal, brand terasa hidup. Ada cerita, ada kesan yang melekat. Bahkan keputusan membeli sering bukan soal butuh, tapi soal merasa cocok.
Di awal, brand terasa hidup. Ada cerita, ada kesan yang melekat. Bahkan keputusan membeli sering bukan soal butuh, tapi soal merasa cocok.
White Fox Boutique dikritik karena ada jarak antara citra premium yang dibangun lewat influencer marketing dan pengalaman kualitas yang dirasakan sebagian konsumen. Ketika brand memosisikan diri sebagai premium, standar penilaian otomatis naik. Kalau pengalaman produknya tidak konsisten, persepsi publik ikut terkoreksi.
Namun ketika muncul pertanyaan sederhana—brand ini sebenarnya dikenal karena apa?—jawabannya sering tidak langsung dan tidak konsisten. Di sinilah persoalan mulai terlihat.