Kenapa Alfagift sering dipakai tapi tidak menjadi pilihan utama pelanggan?
Sebuah aplikasi dipakai, transaksi berjalan, promo dimanfaatkan.
Secara fungsi, semuanya terlihat bekerja.
Sebuah aplikasi dipakai, transaksi berjalan, promo dimanfaatkan.
Secara fungsi, semuanya terlihat bekerja.
Produknya lengkap, harga masih masuk, lokasi mudah dijangkau.
Secara kasat mata, tidak ada yang bermasalah.
Namun dalam praktiknya, semakin luas market yang dituju, sering kali justru membuat arah brand menjadi tidak jelas. Pesan melebar, fokus berkurang, dan sulit membangun kedekatan dengan siapa pun secara spesifik.
Ada bisnis yang tidak pernah benar-benar jatuh.
Masih ada transaksi. Masih ada customer. Bahkan sekilas terlihat stabil.
Banyak brand terlihat besar karena sering dipakai.
Transaksinya ada. Dipakai di banyak tempat. Terhubung ke berbagai layanan.
Di awal, langkah ini terlihat masuk akal.
Semakin banyak layanan, semakin besar peluang menjangkau pasar.
Secara performa, semuanya terlihat baik.
Pengguna bertambah. Layanan berkembang. Produk makin banyak.
Kasus seperti Erigo cukup jelas. Exposure besar, tampil di New York Fashion Week, dikenal luas dalam waktu singkat. Dari luar, ini terlihat seperti lompatan yang sangat positif.
Masalahnya muncul saat pertanyaan sederhana diajukan: sebenarnya bisnis ini sedang menuju ke mana? Biasanya ada jawaban, tapi tidak cukup jelas untuk dijadikan pegangan. Di titik ini, bisnis memang bergerak—namun lebih seperti mengikuti arus daripada menuju arah yang disadari.