Apa Penyebab Bisnis Masih Berjalan Tapi Mulai Dilupakan Pelanggan?
Kalimat ini sering baru terasa saat bisnis masih terlihat hidup—masih ada transaksi, masih ada produk—tapi nama brand kita tidak lagi muncul otomatis di kepala orang.
Kalimat ini sering baru terasa saat bisnis masih terlihat hidup—masih ada transaksi, masih ada produk—tapi nama brand kita tidak lagi muncul otomatis di kepala orang.
Di awal, langkah ini terlihat masuk akal.
Semakin banyak layanan, semakin besar peluang menjangkau pasar.
Kasus seperti Erigo cukup jelas. Exposure besar, tampil di New York Fashion Week, dikenal luas dalam waktu singkat. Dari luar, ini terlihat seperti lompatan yang sangat positif.
Namun di banyak situasi, orang tetap kembali ke Kopi Kenangan.
Bukan karena itu yang paling menonjol.
Tapi karena terasa paling mudah untuk dipilih.
Sebuah brand tiba-tiba ramai di TikTok. Penjualan naik cepat. Bahkan dalam waktu singkat bisa terlihat sangat menjanjikan. Lalu beberapa waktu kemudian, performanya turun drastis—bukan perlahan, tapi langsung terasa sepi.
Namun kalau diperhatikan, hanya sedikit yang benar-benar diingat. Sisanya tetap ada, tapi tidak meninggalkan kesan yang kuat di kepala pelanggan.